Lewat Program ICARE, Petani Gowa Kini Jago Sulap Kentang Jadi Brownies hingga Donat

GOWA – Komoditas kentang dari Kabupaten Gowa kini bersiap naik kelas. Melalui Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE), Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Selatan sukses menggelar Pelatihan Pascapanen dan Olahan Kentang di Kantor Desa Bolaromang, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa.
 
Pelatihan yang berlangsung pada 25–26 September 2026 ini diikuti oleh 70 peserta yang terdiri dari petani dan Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Bolaromang.
 
Tujuan utama dari program ini adalah mengubah pola pikir petani agar tidak lagi hanya menjual kentang dalam bentuk segar, melainkan mampu mengolahnya menjadi produk turunan yang memiliki nilai tambah ekonomi tinggi dan daya saing kuat di pasar.
 

Hari 1: Fokus pada Mutu dan Kemasan Modern

 
Pada hari pertama, para peserta dibekali teori penting untuk menjaga kualitas kentang sejak masa panen hingga siap jual:
  • Good Handling Practices (GHP): Dibawakan oleh Dr. Ir. Andi Hasizah, M.Si., materi ini mengupas tuntas cara penanganan, pemilahan (sortasi), dan penyimpanan kentang yang benar demi menekan risiko kerusakan hasil panen.
  • Pengemasan & Pelabelan: Dr. Ir. Muhammad Asfar, M.Si. dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin membagikan strategi pengemasan modern. Langkah ini penting untuk menjaga keawetan produk sekaligus memikat hati konsumen lewat packaging yang menarik.

Hari 2: Praktik Langsung Bikin Camilan Kekinian

Memasuki hari kedua, suasana pelatihan menjadi lebih seru karena peserta langsung diajak masuk ke dapur produksi. Dipandu oleh praktisi berpengalaman, Rosmida, S.Pi., para petani lokal ini mempraktikkan pembuatan berbagai produk olahan kreatif berbasis kentang, seperti:

  • Keripik kentang dengan berbagai bumbu tabur
  • Brownies kentang
  • Donat kentang
  • Kentang beku (frozen french fries)

Mengurangi Kerugian, Mendorong Rantai Bisnis Baru

Ketua Tim Kerja Kepegawaian BRMP Sulsel, Selvia Warastuti Noor, SE., MM., berharap pengetahuan ini benar-benar diterapkan untuk membuka peluang usaha baru bagi kelompok tani.
 
Hal senada juga didukung oleh Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa, Muh. Ilyas Nurhan, SP., saat membuka acara. Penguatan keterampilan pascapanen ini diyakini mampu memperkuat rantai pasok komoditas kentang di kawasan ICARE Sulawesi Selatan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga petani di Desa Bolaromang.
 
(sumber: website BRMP Sulsel)